Bacaan Akhir Pekan: Bernapas menghirup plastik dan upaya menjinakkan 'anjing penjaga'Rekomendasi dari Devina Heriyanto Pekan ini Project Multatuli menerbitkan dua tulisan dari redaktur kami, Ronna Nirmala dan Viriya Singgih. Bernapas Menghirup Plastik: Ketika Warga Kota Tak Punya Pilihan Selain Ikut Menelan PolusiOleh Ronna Nirmala | Kolaborator Earth Journalism Network (EJN) Para peneliti di dunia memperkirakan lebih dari separuh populasi manusia dunia sudah terkontaminasi mikroplastik. Temuan demi temuan mengkonfirmasi ada mikroplastik dalam darah, urine, feses, penis, bahkan air ketuban. Polusi mikroplastik bukan hanya terjadi akibat penggunaan benda-benda plastik, tapi juga terhirup selayaknya oksigen, buntut dari aktivitas pembakaran, kendaraan bermotor, industri mode, dan limbah plastik. (Baca selengkapnya) Bencana Informasi di Bawah Seskab TeddyOleh Viriya Singgih Liputan ini merupakan bagian dari serial #DeadPressSociety yang menyoroti upaya pembungkaman pers di bawah rezim Prabowo Subianto. Artikel ini fokus pada sosok Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang beberapa kali berupaya mengontrol liputan para jurnalis yang mengkritik kerja pemerintah. (Baca selengkapnya) *** Kami juga punya beberapa kabar baik. 1) Kami menerbitkan buku kumpulan reportase, bekerja sama dengan penerbit Marjin Kiri. Berjudul Tersungkur dan Tetap Melawan memuat 14 cerita perlawanan rakyat biasa di tingkat tapak kala berhadapan dengan korporasi, proyek negara, dan kekerasan aparat. Buku ini bisa kamu dapatkan di situs Marjin Kiri atau akun resmi mereka di Tokopedia dan Shopee. Tulis Raisa Kamila dalam pengantar: “Reportase berfungsi bukan untuk menggantikan suara warga, tetapi untuk merangkainya dengan memberikan konteks, menelusuri keterkaitan, dan memastikan bahwa suatu peristiwa tidak hilang begitu saja dalam arus informasi yang semakin cepat. Ia menempatkan suara warga dalam jaringan yang lebih luas: kebijakan, institusi, sejarah, dan relasi kuasa. Dengan demikian, yang semula tampak sebagai pengalaman individual dapat dipahami sebagai bagian dari pola yang lebih sistemik.” 2) Project Multatuli masuk daftar pendek nominasi penerima penghargaan Kebebasan Pers oleh One World Media (OMW). OMW adalah organisasi nirlaba berbasis di London yang mendukung kerja-kerja jurnalisme dan pembuat film serta menyoroti karya-karya terbaik dari negara dunia Selatan lewat penghargaan tahunan. Pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada 17 Juni di London. 3) Beberapa karya liputan Project Multatuli masuk dalam daftar pendek penghargaan Society of Publishers in Asia (SOPA), salah satu penghargaan jurnalisme paling bergengsi di Asia. Pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada 18 Juni di Hong Kong.
Kami mendedikasikan semua kabar baik ini untuk pembaca dan Kawan M yang setia mendukung kami selama lima tahun terakhir. Kami menyadari bahwa hari-hari ini merupakan masa-masa sulit untuk semua orang, dan kami sangat berterimakasih bahwa masih ada orang-orang yang percaya akan pentingnya kerja-kerja jurnalisme publik. Semoga gerakan jurnalisme publik dari media mungil kami terus bisa berdampak. Dan, bulan ini, kami merayakan ulang tahun kelima! |
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Dead Press Society: Hari-Hari Wartawan di Bawah Tekanan 'Departemen Penerangan' Prabowo Rekomendasi dari Project Multatuli Bakom mengorkestrasi komunikasi pemerintah dengan gaya yang mengingatkan pada Departemen Penerangan Orde Baru. (Project M/Aan K. Riyadi) Angga Raka Prabowo mungkin bukan sosok yang kerap tampil depan umum, tapi namanya akrab di kalangan awak media sebagai ketua Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) sebelum digantikan oleh Muhammad Qodari pada April 2026. Bakom bertugas...
Stop Kekerasan terhadap Komunitas LGBTQ: Tidak Ada Kesetaraan dan Inklusivitas Tanpa Trans Rekomendasi dari Devina Heriyanto Sejarah gerakan transpuan merupakan sejarah demokrasi dan inklusivitas di Indonesia. (Project M/Jelita Rembulan) Kemarin, Project Multatuli menerbitkan tulisan opini dari manajer tim kami, Nurdiyansah Dalidjo atau akrab disebut Kak Diyan. Dalam Ide dan Esai berjudul "Tidak Ada Kesetaraan dan Inklusivitas Tanpa Trans", Diyan membahas bagaimana represi terhadap individu...
Mixtape Militerisasi di Papua Oleh Fahri Salam, pemimpin redaksi Project Multatuli Ilustrasi operasi militer Indonesia di Papua menyebabkan ratusan ribu orang asli Papua terusir dan menjadi pengungsi di tanahnya sendiri. (Project M/Sekarjoget) Saya baru saja merilis artikel riset mengenai jumlah tentara non-organik di Papua. Riset ini dikerjakan bareng Made Supriatma, peneliti militer dan politik dari ISEAS Singapura, dibantu Johanes Hutabarat untuk konfirmasi ke sumber-sumber resmi (yang...