Bacaan Akhir Pekan: Sisa Duka Tragedi Jumat Kelabu di BanjarmasinRekomendasi dari Devina Heriyanto Kenangan getir tentang kerusuhan di penghujung Orde Baru masih melekat dalam ingatan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Meskipun hampir tiga dekade telah berlalu, luka-luka itu masih menganga, meninggalkan harapan yang tak pernah padam di hati mereka yang ditinggalkan. Tragedi Jumat Kelabu tersebut terjadi pada Jumat, 23 Mei 1997, hari terakhir kampanye Partai Golkar untuk Pemilu 1997 di Banjarmasin. Seharusnya, momen itu diakhiri dengan kegembiraan, tetapi justru berubah menjadi petaka ketika bentrokan antarwarga meledak menjadi kerusuhan yang melanda kota. Menurut data Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), 123 orang tewas, 118 luka-luka, dan 179 hilang. Namun, banyak yang meyakini bahwa angka sebenarnya jauh lebih besar. Hairus Salim, penulis buku Amuk Banjarmasin menilai bahwa kekerasan demi kekerasan yang terjadi dalam peristiwa Jumat Kelabu bukan lahir dari ruang hampa. Kepastian siapa yang bertanggungjawab atas tragedi itu masih samar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin, yang mestinya melakukan hal sesederhana seperti minta maaf, juga tak melakukan hal tersebut.
Cerita foto Donny Muslim soal Jumat Kelabu ini adalah bagian dari komitmen Project Multatuli untuk merekam peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara, baik masa kini maupun masa lalu. Dukung kami untuk terus menyajikan serial liputan yang melayani masyarakat terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. |
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Semakin Ditekan, Semakin Melawan: Gen Z Diberangus Rezim Prabowo Rekomendasi dari Devina Heriyanto Ilustrasi perburuan dan pembungkaman massal setelah demonstrasi Agustus-September 2025. (Project M/Erriz Dwi) Perburuan dan pembungkaman massal pasca-demonstrasi Agustus-September 2025 membuat 703 orang menjadi tahanan politik di seluruh Indonesia. Permata Adinda menulis analisis profil tahanan politik berdasarkan data yang diterbitkan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK) per 14 Februari...
Masalah Perburuhan di Indonesia: Standard Kesehatan Diskriminatif, Pekerjaan Rentan Masalah, Risiko Tanggung Sendiri Rekomendasi dari Devina Heriyanto Tiga reportase terbaru dari Project Multatuli membahas soal peliknya isu perburuhan di Indonesia. Bukan hanya kesulitan mencari pekerjaan yang layak seperti yang dialami oleh anak muda #GenerasiCemas, permasalahannya juga mencakup standard kesehatan yang menutup akses bagi banyak orang, tidak adanya perlindungan dari beban kerja yang...
Bacaan Akhir Pekan: Jurnalisme Murah, Hidup dan Demokrasi yang Mahal Rekomendasi dari Devina Heriyanto Dua dunia kerja dijalani bersamaan oleh Deasy, jurnalis di Jawa Timur, karena profesi utama sebagai jurnalis tidak bisa membiayai hidupnya. (Project M/Muni Moon) Siapa yang masih mau jadi jurnalis? Apa untungnya? Tahun lalu, dalam sebuah acara jurnalisme, saya dan beberapa anggota tim Project Multatuli mengobrol dengan dosen-dosen dari berbagai universitas. Salah satu topik yang dibahas...