Bacaan dan Bincang Akhir Pekan: Apa dan Siapa Saja yang Ada di Pesping?Biar namanya ‘Pesta’, tetap harus ada isinya. Beberapa program Pesta Pinggiran menghadirkan pembicara dan topik-topik yang berkaitan dengan liputan Project Multatuli. Berikut mereka yang akan hadir: Pujo Nugroho dari Bersemai SekebunArtikel “Bersama Menyemai Ingatan” | Terbit 21 Januari 2026 Merawat ingatan soal kejahatan kemanusiaan di Indonesia adalah kerja sunyi. Negara tidak menyediakan ruangnya, institusi pendidikan tidak mengajarkannya, dan masyarakat dibentuk untuk menjauhinya. Komunitas Bersemai Sekebun mengajak anak-anak muda untuk mengunjungi saksi sejarah di Semarang, Jawa Tengah. Pujo Nugroho atau Pupung akan hadir sebagai pembicara dalam program Khotbah Pinggiran, 24 Januari, 15.15–16.15 di Teater Wahyu Sihombing. Febrianti (jurnalis) dan Bajak Letcu (artis tato Mentawai)Artikel “Anak Muda Mentawai Menato Ulang Sejarah yang Pernah Dilarang” | Terbit 22 Juli 2025 Tato Mentawai hampir punah akibat kolonialisme Belanda, misi zending, dan kebijakan Indonesia pascakemerdekaan yang sama-sama melarang Arat Sabulungan. Hari-hari ini, sedikit demi sedikit pemuda Siberut menghidupkan kembali tradisi yang dulu menjadi identitas sakral masyarakat pulau. Febrianti dan Bajak Letcu akan akan hadir sebagai pembicara dalam program Khotbah Pinggiran, 25 Januari, pukul 11.00-13.30 di Teater Wahyu Sihombing. Warga CibetusArtikel “‘Senjata Kita Tinggal Doa’: Nasib Perempuan Cibetus Terimpit Peternakan Ayam Taipan” | Terbit 20 Agustus 2025 Peternakan ayam milik keluarga terkaya kedua se-Asia berdiri di Kampung Cibetus, Banten, memicu setumpuk masalah lingkungan dan kesehatan. Warga berangsang. Namun, upaya mereka mencari keadilan justru berujung teror dan pelecehan. Warga Cibetus akan datang untuk mengisi Panggung Pinggiran, menampilkan pertunjukan teater dan juga musik, pada 25 Januari. Panggung mulai dibuka pukul 18.00 di Plaza Teater Kecil. Pameran foto “The Butterfly Effect”Artikel “The Butterfly Effect: Ketika Kupu-Kupu Menuju Kepunahan” oleh Titah AW dan Kurniadi Widodo | Terbit 14 Januari 2025 Dari runyamnya dunia kolektor, deforestasi, hingga krisis iklim, ancaman senyap soal kepunahan kupu-kupu kian membuat istilah Efek Kupu-Kupu tak lagi sekadar metafora. Pameran foto ini akan tersedia sebagai bagian dari ArT Pinggiran, 24–25 Januari, di Selasar Trisno Soemardjo. Ikuti tur bersama seniman dan kurator pukul 14.30–14.45 (dan doakan cuacanya cerah, ya!). Antonia Timmerman (jurnalis)Artikel “Janji Manis AI, Derita Pekerja: Beban Bertambah dan Kehilangan Makna” oleh Antonia Timmerman & Rio Tuasikal | 25 September 2025 Gunakan AI. Otomatisasikanlah apapun yang bisa diautomasi dari pekerjaanmu, niscaya kau akan punya lebih banyak waktu untuk melakukan apa yang benar-benar penting, apa yang benar-benar kau suka! Inilah janji surga perusahaan-perusahaan pengembang kecerdasan buatan. Namun, benarkah pekerja telah jadi lebih bebas, lebih kreatif, dan lebih leluasa dalam waktunya setelah mengadopsi kecerdasan buatan? Apa dampaknya bagi makna kerja kita? Antonia akan menjadi salah satu pembicara dalam “Bincang Kecerdasan Buatan: Kecerdasan Buatan, Kita yang Pegang Kendali” pada 25 Januari, pukul 16.30–18.00, di Teater Wahyu Sihombing. Mama-mama PapuaProject Multatuli banyak menulis soal kerusakan alam dan militerisasi besar-besaran di Tanah Papua. Cerita perlawanan Yasinta Moiwend dari suku Malind di Merauke pernah ditulis oleh Permata Adinda dalam artikel “Doa untuk Mama di Merauke: “Kami Ada. Ketika Mama Menangis, Kami juga Menangis.” yang terbit 29 April 2025. Dua orang mama-mama Papua akan datang meramaikan Pesta Pinggiran dalam beberapa program:
Elisa Sutanudjaja dari RUJAKArtikel “Mencari Konsep Hunian Ideal di Jakarta: Kisah Kampung Kunir dan Inisiatif Co-Housing Menteng” oleh Johanes Hutabarat | Terbit 27 Agustus 2025 Sekelompok warga Jakarta membentuk koperasi perumahan sebagai cara untuk mewujudkan hunian layak di kota Jakarta. Koperasi ini menjadi pengejawantahan pembangunan hunian komunal di tengah harga tanah yang tak lagi terjangkau. Elisa akan menjadi pembicara pada “Bincang Ekonomi Berkeadilan: Belajar Sama-Sama, Beban Kerja Bagi Rata, Kaya Raya untuk Semua” pada 24 Januari, pukul 16.45–18.15, di Teater Wahyu Sihombing. Jadwal dan detail lengkap program-program Pesta Pinggiran bisa kamu cek di laman ini.
|
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Semakin Ditekan, Semakin Melawan: Gen Z Diberangus Rezim Prabowo Rekomendasi dari Devina Heriyanto Ilustrasi perburuan dan pembungkaman massal setelah demonstrasi Agustus-September 2025. (Project M/Erriz Dwi) Perburuan dan pembungkaman massal pasca-demonstrasi Agustus-September 2025 membuat 703 orang menjadi tahanan politik di seluruh Indonesia. Permata Adinda menulis analisis profil tahanan politik berdasarkan data yang diterbitkan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK) per 14 Februari...
Masalah Perburuhan di Indonesia: Standard Kesehatan Diskriminatif, Pekerjaan Rentan Masalah, Risiko Tanggung Sendiri Rekomendasi dari Devina Heriyanto Tiga reportase terbaru dari Project Multatuli membahas soal peliknya isu perburuhan di Indonesia. Bukan hanya kesulitan mencari pekerjaan yang layak seperti yang dialami oleh anak muda #GenerasiCemas, permasalahannya juga mencakup standard kesehatan yang menutup akses bagi banyak orang, tidak adanya perlindungan dari beban kerja yang...
Bacaan Akhir Pekan: Jurnalisme Murah, Hidup dan Demokrasi yang Mahal Rekomendasi dari Devina Heriyanto Dua dunia kerja dijalani bersamaan oleh Deasy, jurnalis di Jawa Timur, karena profesi utama sebagai jurnalis tidak bisa membiayai hidupnya. (Project M/Muni Moon) Siapa yang masih mau jadi jurnalis? Apa untungnya? Tahun lalu, dalam sebuah acara jurnalisme, saya dan beberapa anggota tim Project Multatuli mengobrol dengan dosen-dosen dari berbagai universitas. Salah satu topik yang dibahas...