Laman Khusus Dosa-dosa PSNRekomendasi dari Project Multatuli Project Multatuli meluncurkan laman khusus untuk serial #ProyekSengsaraNasional yang membahas daya rusak masif dan kekuasaan semena-mena di balik proyek-proyek dengan label Proyek Strategis Nasional (PSN). Sejak pertama diperkenalkan pada 2016, skema PSN jadi jalan bebas hambatan bagi mereka yang punya uang dan akses ke kekuasaan. Tanpa partisipasi publik, aturan diutak-atik untuk mengebut proyek-proyek yang memicu kerusakan lingkungan, konflik lahan, pelanggaran HAM, kriminalisasi, korupsi, dan berbagai masalah lainnya. Dari sana, publik menggaungkan satire #ProyekSengsaraNasional, yang kami gunakan sebagai judul serial reportase ini. Laman PSN ini memuat data-data terkait PSN, mulai dari jumlah dan kategori proyek dan program, jumlah lahan dan keluarga terdampak, jumlah kasus pelanggaran HAM berdasarkan jenis dan terlapor, serta peta sebaran berbagai PSN bermasalah.
Fahri Salam, pemimpin redaksi Project Multatuli, membuat analisis tentang apa yang ia sebut sebagai “dosa-dosa PSN”: mulai dari boros anggaran dan meningkatkan utang, pendudukan dan perebutan ruang hidup masyarakat setempat, kerusakan ekologis besar-besaran, sampai bagaimana PSN melanggengkan ketimpangan dan perwujudan dari “nekropolitik” alias politik kematian. "Impian bahwa PSN bakal membawa kita sejahtera ternyata gagal. Ia justru mewariskan lingkungan yang hancur dan berantakan," tulis Fahri dalam pembuka tulisannya.
Project Multatuli sudah banyak merekam berbagai dampak PSN, memetakan kebijakan terkait, plus mengungkap konflik kepentingan di baliknya melalui berbagai reportase, esai, pun cerita foto. Kami menerima berbagai kritik bahwa kami "anti-pembangunan" atau "anti-industrialisasi". Sesungguhnya, meminjam kata jurnalis Permata Adinda dalam sebuah rapat redaksi, "pembangunan adalah hak". Akan tetapi, pembangunan yang terjadi dalam kerangka PSN bukanlah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Lebih dari 100.000 keluarga jadi korban terdampak. Belum lagi ketika kita bicara soal korban kerusakan alam besar-besaran yang muncul akibat pembangunan ugal-ugalan. Sejak awal berdiri, Project Multatuli berkomitmen melayani yang dipinggirkan, termasuk mereka yang terpaksa menanggung sengsara dan nestapa demi angka-angka pertumbuhan di laporan korporasi dan negara. Lewat kerja-kerja jurnalistik, kami ingin mendekatkan cerita mereka yang selama ini hanya dianggap sebagai bagian dari statistik. Jika kamu merasa kerja-kerja jurnalisme publik ini penting, dukung kami. |
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Semakin Ditekan, Semakin Melawan: Gen Z Diberangus Rezim Prabowo Rekomendasi dari Devina Heriyanto Ilustrasi perburuan dan pembungkaman massal setelah demonstrasi Agustus-September 2025. (Project M/Erriz Dwi) Perburuan dan pembungkaman massal pasca-demonstrasi Agustus-September 2025 membuat 703 orang menjadi tahanan politik di seluruh Indonesia. Permata Adinda menulis analisis profil tahanan politik berdasarkan data yang diterbitkan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK) per 14 Februari...
Masalah Perburuhan di Indonesia: Standard Kesehatan Diskriminatif, Pekerjaan Rentan Masalah, Risiko Tanggung Sendiri Rekomendasi dari Devina Heriyanto Tiga reportase terbaru dari Project Multatuli membahas soal peliknya isu perburuhan di Indonesia. Bukan hanya kesulitan mencari pekerjaan yang layak seperti yang dialami oleh anak muda #GenerasiCemas, permasalahannya juga mencakup standard kesehatan yang menutup akses bagi banyak orang, tidak adanya perlindungan dari beban kerja yang...
Bacaan Akhir Pekan: Jurnalisme Murah, Hidup dan Demokrasi yang Mahal Rekomendasi dari Devina Heriyanto Dua dunia kerja dijalani bersamaan oleh Deasy, jurnalis di Jawa Timur, karena profesi utama sebagai jurnalis tidak bisa membiayai hidupnya. (Project M/Muni Moon) Siapa yang masih mau jadi jurnalis? Apa untungnya? Tahun lalu, dalam sebuah acara jurnalisme, saya dan beberapa anggota tim Project Multatuli mengobrol dengan dosen-dosen dari berbagai universitas. Salah satu topik yang dibahas...