Listrik Putus, Asa Pupus: Yang Hilang Bersama Cahaya di SumatraRekomendasi dari Devina Heriyanto Pada 22 Mei, sejumlah daerah di Sumatra mengalami mati listrik total (blackout) yang terjadi tanpa pemberitahuan. Aliran listrik padam selama 24-48 jam dan berdampak pada hidup nyaris 13 juta orang di lima provinsi di Sumatra. PLN menyalahkan cuaca ekstrem dari hujan lebat dan angin kencang memutus kabel dan mengganggu jaringan transmisi 275 kV di jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. Esai foto berjudul “Beban Pelanggan PLN di Sumatra: Patuh Bayar Demi Terang, Dibiarkan Merugi Saat Gelap” dari Mafa Yulie Ramadhani, kontributor Project Multatuli di Sumatra Utara, merekam apa-apa saja yang hilang bersama cahaya selama pemadaman total terjadi. Ada peternak ayam yang harus menanggung kerugian lebih dari Rp100 juta. Ada pelaku usaha kuliner yang dalam semalam harus kehilangan bahan baku yang bisa menjadi modalnya selama berbulan-bulan. Ada pekerja lepas yang tetap dituntut menyelesaikan pekerjaan meski tanpa listrik dan internet. Ada pekerja informal yang kehilangan pendapatan. Di tengah krisis energi yang melanda Indonesia dan negara-negara lain di dunia, pemadaman Sumatra menjadi contoh nyata atas gagapnya negara dalam merespons masalah.
Kabar baik dari Hongkong! Project Multatuli mendapatkan dua piagam penghargaan dari Society of Publishers in Asia (SOPA). SOPA Award adalah salah satu penghargaan jurnalisme paling bergengsi di Asia. Dua penghargaan tersebut diberikan kepada:
Kami berterimakasih kepada pembaca dan Kawan M yang terus mendukung gerakan jurnalisme publik ini. |
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Dari Anak Krakatau ke Geger Cilegon: Bencana, Pengabaian, dan Pemberontakan Rekomendasi dari Devina Heriyanto Sejarah menunjukkan bagaimana bencana yang diikuti pengabaian dan ketidakadilan dapat menumpuk menjadi kemarahan politik. (Project M/Marco Anthony) Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada 4 September pukul 23.07 WIB menambah panjang deretan kegagalan pemerintah menanggulangi bencana alam di Indonesia. Efisiensi yang dilakukan pemerintah untuk membiayai program flagship...
#RezimGagapDarurat: Warga Kalimantan Selatan Tercekik Asap, Mengais Air di Sungai yang Mengering Rekomendasi dari Devina Heriyanto Seorang pengendara menutup hidung saat melintasi kabut asap akibat karhutla di kawasan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat pagi, 28 Agustus 2026. (Project M/Riyad Dafhi Rizki). Asap kebakaran hutan masih melanda Kalimantan, bukan hanya di dalam batas negara Indonesia melainkan juga ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Kebakaran hutan dan lahan...
#RezimGagapDarurat: 9 bulan pasca-banjir di Aceh Tamiang & seminggu gempa Flores Rekomendasi dari Devina Heriyanto Dahniar (45) bersama suami dan anak perempuannya di tenda pengungsian. Hanya ada satu ruang tanpa sekat untuk tidur, beristirahat, dan menjalani seluruh aktivitas keluarga. Jarak lokasi tenda berkisar 30 meter dari Sungai Tamiang. (Project M/ Mafa Yulie Ramadhani) Sembilan bulan pasca-bencana banjir Sumatra, pembangunan dan proses pemulihan bagi korban berjalan sangat lambat. Di...