#RezimGagapDarurat: Warga Kalimantan Selatan Tercekik Asap, Mengais Air di Sungai yang Mengering


#RezimGagapDarurat: Warga Kalimantan Selatan Tercekik Asap, Mengais Air di Sungai yang Mengering

Rekomendasi dari Devina Heriyanto

Asap kebakaran hutan masih melanda Kalimantan, bukan hanya di dalam batas negara Indonesia melainkan juga ke Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang kerap terjadi. Tapi bagi warga Kota Banjarbaru, Kalimatan Selatan, karhutla tahun ini adalah yang paling melelahkan.

Zubaidah, yang tinggal di Kampung Pengayuan, harus ditarik anaknya keluar meninggalkan rumahnya ketika api merambat ke halaman belakang. Lalu Zubaidah hanya bisa berdiri, terdiam, menyaksikan isi rumahnya bertebaran di halaman.

Hendra, koordinator relawan pemadaman, Pengayuan Rescue, mengatakan kebakaran sudah terlalu sering terjadi di wilayah tersebut sehingga pihaknya tidak lagi menghitung berapa kali relawan harus turun ke lapangan.

Warga terpaksa mengungsi demi keselamatan dan kesehatan keluarga. Sigit Bayuadhi memilih membawa istri dan anaknya keluar dari kota. Anaknya memiliki gangguan kesehatan bawaan lahir yang membuatnya lebih rentan.

“Saya harus selamatkan [anak] dari asap yang sudah tidak bersahabat,” kata Sigit.

Donny Muslim, jurnalis foto dari Kalimantan Selatan, memotret kehidupan warga di tengah cekikan kabut asap lewat “Warga Kalimantan Selatan Tercekik Asap, Mengais Air di Sungai yang Mengering”.

Laporan ini adalah bagian dari serial #RezimGagapDarurat, yang membahas betapa lambat dan tidak mampunya pemerintah menangani bencana-bencana di tanah air, mulai dari banjir dan longsor besar Sumatra, gempa Flores, dan kebakaran hutan di Kalimantan. Penanganan pasca-bencana yang tidak mempertimbangkan kebutuhan dan melibatkan partisipasi warga juga membuat bantuan tidak tepat sasaran, berlawanan dari esensi pemulihan yang sesungguhnya.

​
​

Project Multatuli

Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.

Read more from Project Multatuli

Siapa yang Membunuh Bambang Setiawan? Polisi dan #DaruratKekerasanAparat Rekomendasi dari Project Multatuli Anggota Polri dalam gerombolan hitam-hitam pengeroyok Fatur dan Bambang. (Project M) Pada 27 Agustus malam, Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Barat, berumur 60 tahun, dikeroyok dan diseret dan dibunuh oleh gerombolan berpakaian hitam-hitam. Bambang adalah penjual cermin dan bingkai di toko Istaka Jaya Frame di Pejompongan Raya, berjarak 50 meter dari gang rumahnya. Ia...

Maramba Eti: Menyembuhkan Luka Perbudakan di Sumba dari Dalam Rekomendasi dari Devina Heriyanto Tugas bersama pemerintah daerah, gereja, LSM, dan masyarakat adalah mengenali keberadaan perempuan ata serta memastikan hak-hak dasar dan martabat mereka tidak lagi terabaikan. (Project M/Sekarjoget) Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan publik pada bulan Juli 2026 setelah terbitnya artikel dari kantor berita asal Prancis, Agence France-Presse (AFP) tentang dugaan perbudakan,...

Dari Anak Krakatau ke Geger Cilegon: Bencana, Pengabaian, dan Pemberontakan Rekomendasi dari Devina Heriyanto Sejarah menunjukkan bagaimana bencana yang diikuti pengabaian dan ketidakadilan dapat menumpuk menjadi kemarahan politik. (Project M/Marco Anthony) Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada 4 September pukul 23.07 WIB menambah panjang deretan kegagalan pemerintah menanggulangi bencana alam di Indonesia. Efisiensi yang dilakukan pemerintah untuk membiayai program flagship...