Triliunan Rupiah untuk MBG, Secuil Jejak di Piring WargaRekomendasi dari Devina Heriyanto Sudah setahun lebih program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Prabowo Subianto berjalan. Dimulai dengan tujuan menurunkan angka malnutrisi dan tengkes (stunting) di Indonesia, program MBG ini juga diklaim bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan berdampak baik pada ekonomi lokal. Akan tetapi, klaim-klaim kesuksesan MBG masih sulit diuji. Pada bulan Maret lalu, redaktur Project Multatuli Mawa Kresna membahas soal potensi markup dan klaim berlebih soal kesuksesan ini dalam tulisannya. Pekan ini, Kresna kembali menguji klaim MBG yang berfokus pada dampak MBG terhadap konsumsi masyarakat, khususnya konsumsi protein yang memang masih rendah di Indonesia dibandingkan negara tetangga. Dengan absennya data-data pendukung kesuksesan MBG, Kresna berpegang pada laporan terkait pengeluaran dan konsumsi per kapita bulan September 2025 yang baru dirilis Badan Pusat Statistik pada Mei 2026. Berbekal data BPS, Kresna menelusuri bagaimana dampak MBG di lima provinsi dengan jumlah pusat penyaluran dapur (SPPG) terbanyak untuk melihat perubahan konsumsi makanan sehat, khususnya protein. Lima provinsi itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten. Data BPS itu dibandingkan antara September 2024 sebelum MBG beroperasi, saat Maret 2025 ketika MBG mulai berjalan, dan September 2025 setelah MBG berjalan.
Apa kamu pernah bermimpi jadi orang kaya? Mari coba newsgame terbaru dari Project M! Dalam gim ini kamu diajak membayangkan sebagai investor atau bagian dari oligark dan diundang untuk investasi ke berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN diperkenalkan rezim Jokowi dan dilanjutkan rezim Prabowo. Memberi setumpuk keistimewaan dan karpet merah kepada para investor di satu sisi dengan memberi jalur kekayaan berlimpah secara terpusat di lingkaran elite, tapi meninggalkan kehancuran dan kematian di tingkat tapak.
Liputan lain terkait PSN juga bisa kamu baca melalui laman serial #ProyekSengsaraNasional. Undangan Pendaftaran Pelatihan Ide dan Esai Project MultatuliPunya riset atau gagasan tentang transisi energi, tetapi belum tahu cara menyampaikannya kepada publik? Project Multatuli membuka kesempatan untuk kawan-kawan akademisi mengikuti pelatihan menulis ide dan esai secara daring. Dalam pelatihan kali ini, peserta akan didampingi pakar transisi energi dan editor berpengalaman untuk mengembangkan tulisan yang kuat, relevan dan mudah dipahami pembaca umum tanpa kehilangan kedalaman argumennya. Kami membuka kesempatan bagi 10 akademisi yang sedang menyusun atau sudah memiliki riset terkait transisi energi. Beberapa topik yang menarik untuk Project M bisa dicek dalam formulir. Silakan mengisi formulir pendaftaran lewat tautan bit.ly/PelatihanMenulisIdeDanEsai paling lambat 3 Juli 2026. Kami akan menyeleksi hingga maksimal 10 peserta untuk mengikuti pelatihan, dengan 5 karya terbaik akan diterbitkan di Project M. Jadi, segera berburu slot pelatihan ini! |
Project M adalah gerakan jurnalisme publik yang melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Langganan nawala kami untuk mendapatkan rekomendasi bacaan berbasis jurnalisme telaten. Dukung kami dengan menjadi Kawan M mulai dari Rp30 ribu per bulan.
Dead Press Society: Hari-Hari Wartawan di Bawah Tekanan 'Departemen Penerangan' Prabowo Rekomendasi dari Project Multatuli Bakom mengorkestrasi komunikasi pemerintah dengan gaya yang mengingatkan pada Departemen Penerangan Orde Baru. (Project M/Aan K. Riyadi) Angga Raka Prabowo mungkin bukan sosok yang kerap tampil depan umum, tapi namanya akrab di kalangan awak media sebagai ketua Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) sebelum digantikan oleh Muhammad Qodari pada April 2026. Bakom bertugas...
Stop Kekerasan terhadap Komunitas LGBTQ: Tidak Ada Kesetaraan dan Inklusivitas Tanpa Trans Rekomendasi dari Devina Heriyanto Sejarah gerakan transpuan merupakan sejarah demokrasi dan inklusivitas di Indonesia. (Project M/Jelita Rembulan) Kemarin, Project Multatuli menerbitkan tulisan opini dari manajer tim kami, Nurdiyansah Dalidjo atau akrab disebut Kak Diyan. Dalam Ide dan Esai berjudul "Tidak Ada Kesetaraan dan Inklusivitas Tanpa Trans", Diyan membahas bagaimana represi terhadap individu...
Mixtape Militerisasi di Papua Oleh Fahri Salam, pemimpin redaksi Project Multatuli Ilustrasi operasi militer Indonesia di Papua menyebabkan ratusan ribu orang asli Papua terusir dan menjadi pengungsi di tanahnya sendiri. (Project M/Sekarjoget) Saya baru saja merilis artikel riset mengenai jumlah tentara non-organik di Papua. Riset ini dikerjakan bareng Made Supriatma, peneliti militer dan politik dari ISEAS Singapura, dibantu Johanes Hutabarat untuk konfirmasi ke sumber-sumber resmi (yang...